Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai
  • Rekontruksi Kisah Jaka Tingkir by najibandrea

    Jaka Tingkir ? siapa yang tidak tahu manusia legendaris ini. Orang yang tangguh dan berani. Memiliki harapan dan cita-cita yang besar. Raja pertama dari kerajaan Pajang ini sungguh fenomenal lho.

    Okay kali ini aku ingin memberikan kalian rekontruksi ceritanya menjadi lebih simpel aja dan sebenernya ini juga merupakan tugas bahasa indonesia di sekolah sih. Yah , hanya ingin To Be Honest sama kalian 🙂 tapi buat kalian yang ingin tahu bagaimana kisahnya, ini dia :

    —————————————————————————————–

    Jaka Tingkir: Jalan Berliku Menjemput Wahyu

    (Gamal Komandoko)

    Jaka Tingkir memutuskan memenuhi undangan Sunan Kudus dengan membawa pasukan yang terdiri dari prajurit-prajurit pilihan yang langsung mengawal Jaka Tingkir lengkap bersenjata atas saran kerabat dekatnya. Ki pemanahan, Ki penjawi Kiwil, dan Ki Ragil bersama-sama ruangan depan mereka berada di kiri kanan dan belakang sisi Jaka Tingkir. Ia bangga karena kenekatannya Sutawijaya yang turun mengawalnya. Ia yang merupakan anak angkat Jaka Tingkir begitu bersemangat dalam melindungi keselamatan Jaka Tingkir Seraya membawa keris pusaka Kyai Sapu Hasta ia pun dipilih oleh Jaka Tingkir sebagai pemimpin prajurit Tamtama.

    Para prajurit berjalan kaki di belakang pasukan berkuda dipimpin oleh Patih Mancanegara dan ditunjuk sepuluh prajurit berkuda yang menyamar laksana rakyat biasa agar jarak di kedua rombongan tidak terlalu lebar. Sepuluh prajurit tadi akan memecahkan diri menjadi dua kelompok jika ada serangan mendadak pada rombongan depan yang dimana kelompok pertama membantu rombongan depan untuk menangkis serangan sementara kelompok kedua bergegas memberitahu para prajurit pejalan kaki sebelum bersama-sama menyerbu.

    Para prajurit diminta berkubu di luar wilayah Kudus di sebelah barat wilayah Bagawan sore sementara Jaka Tingkir dengan para kerabat dekatnya datang menghadap Sunan Kudus tanpa pengawalan prajurit bersenjata. Hadiwijaya meminta Patih Mancanegara untuk memimpin pasukan pajang yang berkubu itu. Sementara, sepuluh prajurit yang menyamar, bertugas khusus untuk menyelidiki situasi dan kondisi di wilayah sekitar mereka dan di tempat yang mungkin terjadi persembunyian para prajurit Jipang Panolang. Hal itu dilakukan dengan cepat untuk mencegah serangan mendadak yang mungkin dilancarkan oleh para prajurit Jipang Panolang seperti ketika Menghadang Kanjeng Pangeran Hadiri dan Kanjeng Ratu Kalinyamat yang telah mereka peragakan.

    Arya Penangsang tiba terlebih dahulu dari rombongan panjang yang menuju Kudus ia tetap mengatur siasat untuk membunuh Jaka Tingkir dihadapan Sunan Kudus Arya Penangsang teringat pada laporan empat prajurit kerajinannya yang menyebutkan bahwa tubuh Jaka Tingkir tak mempan dengan tusukan keris Kyai Setan Kober siasat itu diungkapkannya kepada Sunan Kudus ia berkata bahwa Jaka Tingkir memang tidak mempan jika terkena keris pusakanya tapi mungkin bisa jika terkena keris pusaka nya sendiri sunan Kudus termenung dan menganggukkan kepalanya.

    Jaka Tingkir melepaskan keris yang diselipkan nya di punggung iya tak sadar dengan siasat Arya Penangsang ditunjukkannya pusaka andalannya kedepan Arya Penangsang jaka Tingkir pun melihatkan keris yang luar biasa itu kemudian Arya Penangsang meminta untuk melihatnya dan dibolehkan oleh Jaka Tingkir.

    Arya Penangsang mengamati keris tersebut seperti sedang mengagumi keindahan lekuk dan ukiran ia tersenyum sambil berusaha menyembunyikan siasat jahatnya namun Ki Pemanahan melihat sekilas kirikan mata kejamnya maka Ki Pemanahan mengambil sikap cepat dengan menepuk bahu Jaka Tingkir.

    Jaka Tingkir tanggap dengan peringatan itu ia sadar bahwa dirinya berada dalam situasi yang sangat berbahaya lalu ia mencabut keris lain yang terselip di pinggangnya dan bersiaga atas serangan Arya Penangsang. Ia berkata bahwa keris kyai Carubuk yang ia pegang lebih ampuh karena buatan Empu Supa dan dianugerahkan Kanjeng Sunan Kalijaga kepadanya, kekuatannya melebihi keris yang dipegang Arya Penangsang sehingga orang-orang yang tersentuh dengan Kris ini pasti akan mati.

    Siasat Arya Penangsang pun terbaca iya memaki dalam hati bahwa akan sulit menusukkan keris pusaka itu jika Jaka Tingkir juga menggenggam keris. Jaka Tingkir dan Arya Penangsang dipenuhi perasaan yang luar biasa setelah keduanya bersiap untuk saling menghujamkan keris yang membuat suasana mendadak hening.

    Sunan Kudus mendadak keluar berada di antara mereka ia menatap keduanya sambil bertanya apakah mereka ingin berjual beli atau bertukar keris, yang dihiraukan oleh keduanya.

    Sunan Kudus berkata kepada Arya Penangsang untuk menyarungkan Kerisnya karena tidak baik dilihat orang maka keduanya pun saling menyarungkan Kerisnya dan arya Penangsang mengembalikan keris itu kepada Jaka Tingkir seraya saling menggertak.

                Sunan Kudus menatap wajah Arya penangsang dengan kecewa karena kesempatan langkanya yang telah dibuka ternyata hal itu gagal akibat arya Penangsang tidak mampu membaca tanda yang diberikan sunan Kudus.

    Karena mereka saling gertak dan mengancam Sunan Kudus pun menengahinya dan memberinya nasihat tetapi mereka tetap saling menatap tajam seperti mengukur keberanian masing-masing. Dalam situasi yang memanas ini, Sunan Kudus menyuruh mereka untuk beristirahat di Pesanggrahan masing-masing dan jika telah tiba waktu yang baik untuk berunding maka diperkenankan untuk hadir di pendapa yang mereka pijak saat itu.

    Jaka Tingkir pun menyampaikan sembah hormat kepada Sunan Kudus yang diikuti oleh Ki Pemanahan, Ki Penjawi dan Danang Sutawijaya dan mereka menuju kubu pertahanan pasukan pajang di barat Begawan sore.

    Siasat Arya Penangsang untuk membunuh Jaka Tingkir kembali gagal dan Adipati Jipang Panolang sangat menyesal karena kesempatan emasnya yang gagal Arya Penangsang mungkin akan di derap penyesalan besar jika mengetahui makna sesungguhnya dari perintah sarungkan keris mu oleh Sunan Kudus.

  • Tentang Aku Dan Dunia Ini

    YAP 🙂 aku sekarang memulai untuk menulis blog. BTW, ini oertama kali aku menulis blog dan pasti sih, kalian juga belum kenal saya very well:(. SO Why Not? let’s be a friend , will u be mine? no, I mean friend ok. wkwkkwk. Ok, It’s just too much. harus aku mulai dari mana yah? bingung nih eui, yap mungkin untuk beginner in a blog world mungkin disini dulu yah. I’ll catch u up

    Tenang aku akan membuat kalian tersenyum dengan apa yang mungkin aku akan berikan ke kalian jadi stay tune ya 🙂

    Peringkat: 1 dari 5.